Deskripsi Tanaman
Bawang Daun (family Liliaceae) adalah tanaman semusim yang mempunyai aroma dan rasa yang khas, sehingga banyak digunakan sebagai campuran masakan seperti soto dan sop. Secara umum, ada tiga jenis bawang daun yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu:
- Bawang Prei atau Leek (Allium porum L.): tidak berumbi dan berdaun lebar, pelepahnya panjang dan bagian dalam daun berbentuk pipih.
- Kucai (Allium schoercoprasum): berdaun panjang, rongga di dalam daun kecil dan berwarna hijau, serta berumbi kecil.
- Bawang Bakung atau Bawang Semprong (Allium fistulosum): berdaun bulat panjang dengan rongga dalam daun seperti pipa, kadang-kadang berumbi.
Kriteria Lingkungan
Deskripsi Wilayah
Tanaman dapat ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.
| Ketinggian (mdpl) | 250-1.500 |
| Curah Hujan (mm/tahun) | 150-200 |
| Suhu Harian (°C) | 18-25 |
| Kelembaban (%) | 80-90 |
| pH Tanah | 6,5-7,5 |
Kriteria Budidaya
Waktu Tanam
Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun, namun butuh pengairan yang baik ketika musim kemarau.
Sarana Prasarana
Cangkul, garpu, arit, penanam benih (tugal), tali rafia, ember, gembor, gathul (pacul miring mini), pisau/gunting, pompa air, selang air, gerobak tangan pengangkut pupuk/hasil panen dan keranjang.
| Bagian yang Dipanen | Daun |
| Periode Tanam (Hari) | 60 |
| Kebutuhan Benih (g/ha) | 1500-2000 |
| Potensi Produksi (ton/ha) | 7-15 |
| Jarak Tanam (cm) | 25x25 |
Kriteria Budidaya
Penyemaian
Benih disebar secara merata, kemudian ditutup dengan lapisan tanah tipis (dengan ketebalan 0,5-1,0 cm), kemudian disiram secukupnya. Bibit siap dipindahkan ke lahan apabila telah muncul 2-3 helai daun.
Persiapan Lahan dan Penanaman
- Penanaman pada lahan
Bersihkan area lahan dari rumput atau gulma, sisa-sisa akar tanaman dan batuan, kemudian olah tanah menggunakan garpu atau cangkul. Buat bedengan sesuai kebutuhan. Siapkan lubang tanam. Masukkan bibit dengan posisi tegak lurus, dan tutup kembali lubang dengan tanah. Terakhir, lakukan penyiraman. - Penanaman pada pot
Siapkan media tanam yang terdiri atas tanah, pupuk dan kapur (apabila diperlukan), kemudian diamkan 5-7 hari sebelum ditanami tanaman.
Pemeliharaan
- Pemupukan
Pupuk diberikan sesuai dosis yang direkomendasikan. Untuk penanaman pada lahan, pupuk organik (apabila digunakan) diberikan saat pengolahan tanah, sedangkan pupuk anorganik dapat diberikan pada saat penanaman dan pada saat tanaman berusia 21 dan 42 hari. Pemupukan dilakukan dengan membuat larikan kurang lebih 5 cm di sisi tanaman, kemudian taburkan pupuk pada larikan tersebut dan timbun kembali dengan tanah. - Penyiraman
Untuk penanaman pada lahan, penyiraman perlu dilakukan apabila tanaman ditanam pada musim kemarau. Untuk penanaman pada pot, penyiraman perlu dilakukan secara berkala. - Perawatan
Penyiangan terhadap gulma perlu dilakukan untuk menjaga sanitasi lahan. Penimbunan tanah atau media tanam hingga pangkal batang juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi permukaan tanah atau media tanam yang turun. Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan warna putih pada batang semu bawang daun. Bawang daun berkualitas mempunyai batang semu yang berwarna putih dengan panjang kurang lebih 1/3 keseluruhan tanaman. Penimbunan juga memberikan manfaat untuk menggemburkan tanah yang memadat karena penyiraman. Perawatan lainnya yang perlu dilakukan aadalah penjarangan. Penjarangan tanaman perlu dilakukan apabila tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Penjarangan dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang lebih muda atau tanaman dengan performa tumbuh yang lebih rendah.
Panen
Tanaman mulai dapat dipanen saat umur 2 bulan setelah tanam. Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akar. Apabila tanaman ingin ditanam kembali pada penanaman berikutnya, lakukan pemilihan tunas/anakan yang sehat, kemudian sisihkan dari hasil panen yang hendak dikonsumsi atau dijual.
Pasca-panen
- Pembersihan dari kotoran yang menempel
- Sortasi, dilakukan dengan memilah dan menggabungkan rumpun berdasarkan ukuran daun secara terpisah
- Pengemasan sesuai kebutuhan
- Penyimpanan