Vertikultur, Solusi Berkebun di Lahan Terbatas

Keterbatasan lahan kerap menjadi kendala utama bagi masyarakat perkotaan yang ingin berkebun dari rumah sendiri. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan ini adalah vertikultur. Vertikultur adalah metode atau teknik budidaya tanaman yang dilakukan secara bertingkat. Istilah ini berasal dari gabungan kata "vertical" yang berarti bertingkat dan "culture" yang berarti budidaya. Metode ini memungkinkan kegiatan berkebun tetap optimal pada area lahan yang sempit.

Lebih lanjut, penerapan vertikultur juga memberikan keuntungan lain dari aspek pemeliharaan. Sistem vertikultur diklaim lebih hemat pupuk dan pestisida. Penggunaan pupuk relatif lebih rendah karena hara dialirkan secara langsung ke zona akar.  Sementara itu, penggunaan pestisida juga relatif lebih rendah karena posisi tanaman yang bertingkat mengoptimalkan sirkulasi udara yang menekan perkembangan hama dan penyakit, serta mempermudah pengawasan tanaman sebelum hama dan penyakit berkembang lebih lanjut.

Beberapa contoh penerapan vertikultur yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, dirangkum ole tim agreatculture.id sebagai berikut:

Wall gardening

Sistem budidaya tanaman yang memanfaatkan tembok atau dinding kosong, dengan wadah tanam berupa terpal, paralon, hingga pot.

Vertiminaponik

Kombinasi antara sistem budidaya tanaman secara vertikal berbasis pot talang plastik dengan aquaponik atau budidaya ikan.

Wolkaponik

Sistem budidaya tanaman yang juga dikombinasikan dengan budidaya ikan, dengan menggunakan pot-pot yang disusun secara vertikal.

Penulis: Denis